ZONA MERAH : Kata Siapa Orang Indonesia Susah Diatur?

Apakah anda pernah hendak belok kiri (di jalur yang menyediakan jalur belok kiri langsung) tapi terhalang kendaraan yang berhenti karena lampu merah padahal kendaraan itu mau lurus? Trus membunyikan klakson berulang-ulang tapi tidak ada respon dan sopir kendaraan itu dengan enaknya menghalangi jalur kita seolah tidak tahu dan tidak mendengar klakson kita? Kesel, muak, pengen mukulin, kalo perlu dilemparin. Agak lebay sih, tapi memang begitu bukan ? he.he.he.

Pernah lihat RHK (Ruang Henti Khusus) di lampu merah? Saya selalu geleng-geleng kepala. Hanya bisa bicara sendiri “buat apa itu? buat berhenti motor. So what gitu loh? Apa membantu mengurai kemacetan?” Ah,,,rasanya tidak. Mungkin yang membuat RHK itu juga tidak bertujuan mengurai kemacetan. Begitu sepertinya.

Pernah lihat rambu dilarang berhenti “S Coret” tapi ada motor atau mobil yang nongkrong di bawahnya? Mungkin yang nongkrong dibawahnya berpikir “kan yang dilarang berhenti cuma tepat dibawah tanda S Coret saja, kalau geser 2 meter, boleh lah berhenti he.he.he”. Kadang pak polisi juga masih membiarkan itu, kayaknya cape menertibkan itu. Apalagi kalau angkot sudah ngetem. Beuhhh gak usah ditanya, susah digebah (baca : diusir)

Saya ada usul terkait masalah di paragraf pertama.

Pada tiap jalur belok kiri, diberi tanda dilarang berhenti  (S Coret) plus jalannya di cat warna merah kira-kira 30 M x 2 M. Lihat gambar yah.

Nah, area warna merah ini kita sebut saja ZONA MERAH. Dan dipampanglah tulisan “DILARANG BERHENTI SEPANJANG ZONA MERAH”. Sebenarnya aturan dilarang berhenti itu terjadi karena ada TANDA S CORET, zona merah hanya untuk mempertegas saja, area mana saja yang termasuk area dilarang berhenti. Karena, kalau rambu-rambu saja, para pengendara tidak tahu area dilarang berhenti itu dari mana sampai mana.

Dengan adanya ZONA MERAH ini, diharapkan pengendara tahu area dilarang berhenti, sehingga yang hendak belok kiri tidak perlu ikut-ikutan berhenti gara-gara ada kendaraan yang berhenti.

Kenapa saya berani mengusulkan ide ini ?

Lihat RHK (Ruang Henti Khusus), yang berhenti di RHK hanya motor. Mobil di belakang RHK. Artinya, pengendara mau mentaati kalau aturannya jelas. Walaupun tidak dipungkiri ada segelintir pengendara yang nakal atau tidak tahu karena baru melewati jalur itu.

Ah,, kan orang Indonesia susah diatur…

Kata siapa? Siapa yang bilang itu? Hayooo tunjuk tangan…

Pernah lihat orang Indonesia buang sampah sembarangan di Singapura? Atau merokok di MRT? (padahal saya belum pernah kesana he.he.he) Atau pernah lihat orang Indonesia naik taxi di Malaysia bukan dari halte?

Jadi, masih mau bilang orang Indonesia susah diatur?

About hendrianafaridh
Faridh Hendriana, lahir di Kuningan, kota di ujung timur provinsi jawa barat. Sekarang tinggal di kota Bandung.

4 Responses to ZONA MERAH : Kata Siapa Orang Indonesia Susah Diatur?

  1. riri says:

    bener ridh, ga pernah nemu orang Indonesia ngerokok di MRT, ga naik taksi dr halte jg pas di Malaysia, ato buang sampah sembarangan di Singapur. Kata gw mah gimana budaya setempat aja, diri pribadi tinggal ngikutin, hehehe…

  2. Iyah, betul itu Ri…tinggal yang menegakkan, berani gak konsisten, saklek dengan aturan

  3. tantri says:

    saya pernah ga tertib waktu di luar karena ga sadar dan langsung ditegur. Jadinya saya malu dan jadi tertib. Iyah, harus berani SAKLEK, YES or NO, jangan OR terus…hihihihi :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: