Aku Cinta Produk Indonesia, Aneh !

Aku Cinta Produk Indonesia…Aku Cinta Indonesia…Beli Indonesia…Gunakan Produk Dalam Negeri…100% Cinta Indonesia..

Lalu, dibawah slogan-slogan itu, terpampanglah produk-produk asing. Ini  loh produk-produk asing itu. Kemudian ditutup dengan anjuran manis : Mari kita gunakan produk dalam negeri…

Betapa banyak anjuran untuk menggunakan produk dalam negeri, tapi kita tidak pernah ditunjukkan produk dalam negeri kita yang mana. Kita hanya ditunjukkan : ini produk asing ! itu produk negeri seberang ! Lah, kok kita tidak dikenalkan dengan produk dalam negerinya. Ibaratnya kita disuruh kenalan dengan si A, tapi justru kita dikenalkan dengan orang lain, kan aneh. Kan mestinya di-ta’aruf-kan dengan si A.

Maka tak heran, gerakan aku cinta produk Indonesia ini seperti…ah entah seperti apa… klise, ramai-ramai di mulut tapi susah melaksanakannya. Entah berhasil atau tidak. Saya tidak berani mengatakan tidak berhasil, karena saya tidak punya datanya. Tapi bukan hasil akhir yang saya kritisi, tapi prosesnya.

Kamu harus minum susu dalam negeri ! Ini loh produk susu dari Amerika, Eropa, China. Tolong gunakan produk susu dalam negeri yah. Jadi, yangdalam negeri itu yang mana? Capek juga kan kalau setiap belanja mesti membolak-balikkan kemasannya supaya bisa tahu ini produk dalam negeri atau bukan.

Teringat wejangan  R.H Wiwoho ketika memberika pembekalan di Medan : Anjuran itu harus dengan kata-kata positif ! Jangan sekali-kali membuat kalimat perintah dengan menggunakan kata-kata negatif seperti tidak, jangan dan semacamnya. Coba pejamkan mata anda “Jangan membayangkan seekor kuda putih dengan ekor hitam?”. Apa yang ada dalam bayangan anda? Ya, tepat sekali, anda benar. KUDA PUTIH DENGAN EKOR HITAM ! Begitulah otak bekerja.

Kembali lagi, mana produk dalam negeri kita? Sudah mah susah mencarinya, eh yang diingatkan ke publik malah produk-produk asing. Ini produk China, Itu produk Amerika. Mestinya : Ieu produk Bandung, iki produk Tegal.

Ah, itu kan sama artinya iklan gratis bagi produk tersebut. Lah, bukannya bagus. Justru klo diiklankan maka masyarakat akan tahu dan akhirnya membeli produk dalam negeri. Lagian, iklan di negeri ini juga diisi produk-produk asing. Habis lah kita.

Tapi, kalau kita sebutkan, nanti produk-produk lain yang belum disebutkan jadi iri? Dianggap tidak adil. Mau sampai kapan mengumpulkan datanya? Sampai produk dalam negeri ter-list semua, baru kemudian membuat pengumuman? Heureuy sugan..Coba saja setahap-setahap, nanti disempurnakan. Umumkan saja sekarang ! Makin lama, makin penuh negeri ini dengan produk asing.

Jadikan produk dalam negeri itu melekat dalam benak masyarakat. Ketika terdengar produk pasta gigi, otomatis terbayang sebuah produk pasta gigi dalam negeri. Ketika terdengar produk sabun, otomatis terbayang sebuah produk sabun. Lah sekarang? Bingung, rieut, jangar. Pilih produk saja seperti ikut UAN.he.he.he

About hendrianafaridh
Faridh Hendriana, lahir di Kuningan, kota di ujung timur provinsi jawa barat. Sekarang tinggal di kota Bandung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: